MEDAN – Polisi mengungkapkan tidak ditemukannya ada pertikaian sebelum wanita inisial W (35) mengakhiri hidup menggunakan senjata api di rumah keluarga mantan suaminya, Brigadir I (30) di Kota Medan. Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengatakan, Brigadir I dan W telah bercerai pada tahun 2021 secara resmi. Sejak itu pula, W tinggal di Jakarta. Baru dua bulan terakhir, W bersama anaknya inisial M (9) datang ke Medan dan tinggal di kediaman Brigadir I. “Selama dua bulan, keterangan anak pertama dan adiknya, tidak ada melihat suatu perseteruan saksi I dan korban,” kata Calvijn saat diwawancarai di Polrestabes Medan pada Selasa (4/8/2026).
“Jadi persoalan pertikaian atau perseteruan tidak ditemukan,” sambungnya.
Di samping itu, pihaknya justru mendapatkan keterangan dari anak korban bahwa mereka sempat berjalan-jalan ke beberapa tempat, mal, dan lainnya. “Dan CCTV juga sedang kami dalami. Ada beberapa kegiatan di rumah yang ikut menyertakan korban di situ, misalnya dalam melayani tamu dan lain-lain,” ungkapnya. Ia menyebutkan, ada lima orang yang tinggal dalam rumah tersebut, di antaranya korban, Brigadir I, M, adik M, satu pengasuh, dan satu nenek Brigadir I.
Perlu diketahui, W mengakhiri hidupnya pada Minggu (2/8/2026). Kala itu, W sedang berada dalam kamar bersama Brigadir I dan anaknya, M. Brigadir I sempat keluar kamar sejenak lalu masuk kembali dan mendapati senpi dari dalam tasnya sudah tidak ada dan W sedang berada dalam kamar mandi dalam kamar. Selanjutnya, terdengar suara tembakan satu kali. W meninggal dunia dengan luka di kepala. Tim inafis pun tiba ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Hasilnya, memang ditemukan adanya senpi jenis revolver di dalam kamar mandi.
Adapun, hasil dari tim laboratorium forensik serta dokter yang melakukan otopsi, bahwa ditemukannya sisa residu di jari tangan, badan, dan baju korban. “Lalu, tim melakukan swab jari dan tangan di tubuh saksi I. Hasilnya tidak ditemukan sisa residu yang ada,” ucapnya. “Didapati juga keterangan dokter yang melakukan otopsi bahwa tidak ada bekas kekerasan atau benda tumpul serta tajam yang melukai korban,” tambahnya.
Meski begitu, ia menyampaikan pihaknya masih melakukan pendalaman menyoal motif yang membuat korban sampai mengakhiri hidup. Kontak bantuan Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.