Ratusan pucuk senjata ditemukan dalam ruangan mantan ketua yayasan sebuah sekolah di Jakarta Selatan yang sudah dipecat.
KEPOLISIAN mengungkap kasus temuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Total ada ratusan air soft gun dan sepucuk senjata api yang disembunyikan di dalam sebuah ruangan yang telah dikunci rapat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, senjata api itu tercatat sebagai milik seorang berinisial DS. “Sudah meninggal dunia tahun 2020,” ujar Budi, pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Penyidik telah menyita senjata api tersebut untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi juga akan mendalami dokumen surat kepemilikan DS atas senjata api itu. “Ini masih didalami,” kata Budi saat ditemui di Markas Polda Metro Jaya.
Budi menyatakan polisi juga akan menyelidiki asal-muasal dari air soft gun di sekolah tersebut. Ratusan senjata itu diduga merupakan barang hasil impor, namun belum pernah dilaporkan keberadaannya ke pihak kepolisian.
Polisi kemudian menyita dokumen impor senjata air soft gun dengan nomor SI/5483/12/2008 itu. “Penyidik akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi dan tujuan penyimpanan,” ucap Budi.
Kepolisian menemukan total 995 air soft gun serta satu pucuk senjata api di dalam lingkungan sekolah di Jakarta Selatan. Seluruh barang bukti senjata tersebut kini telah disita dan diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.
Perwakilan pihak sekolah, Untung, menyatakan pihaknya menemukan ratusan senjata itu dalam ruangan mantan ketua yayasan sekolah. “Yang sudah kami pecat,” ujar Untung, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Untung mengatakan, ruangan tersebut selama ini hanya bisa diakses oleh mantan ketua yayasan beserta orang-orang kepercayaannya. “Dia buat bunker di sekolah, ada pintu belakangnya untuk debarkasi dan embarkasi barang,” ucap Untung.
Bunker senjata tersebut mulai terbongkar kala pimpinan yayasan yang baru ingin memakai salah satu ruangan sekolah. Ketika ruangan itu dibuka, pihak sekolah justru menemukan ratusan pucuk senjata terlihat tersimpan dalam beberapa boks.
Setelah penemuan itu, pihak sekolah memeriksa sejumlah ruangan lain dan kembali menemukan beberapa senjata di ruangan milik mantan ketua yayasan. “Ditemukan juga lagi peluru dan alat cetak peluru,” tutur Untung.
Untung menduga masih ada beberapa ruangan lagi di sekolah tersebut yang dijadikan tempat penyimpanan senjata. “Ternyata kunci-kunci (ruangan) itu seluruhnya dibawa sama mereka,” ucap Untung.
Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan diketahui menerima laporan temuan senjata di sekolah itu pada 15 Juli 2026 lalu. “Terdiri dari senjata api dan air gun yang tersimpan di salah satu ruangan yayasan sekolah,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Joko Adiwibowo.
Pihak dari mantan pengurus yayasan sekolah sebelumnya diketahui terafiliasi dengan PT Lokta Karya Perbakin. Perusahaan tersebut diketahui memang bergerak di bidang penjualan senjata untuk keperluan olahraga menembak.
Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengklaim seluruh senjata itu telah memiliki izin. “Enggak ada aturan kami dilarang menyimpan di tempat tertentu. Yang penting ada CCTV, terkunci, dan bukan bahan peledak,” ujar Alhadid.


